Operasi hitung berbagai bentuk Pecahan

Operasi hitung berbagai bentuk Pecahan
Yang dimaksud Operasi hitung berbagai bentuk Pecahan disini adalah cara mengerjakan operasi hitung dalam satu kalimat matematika yang mana satu kalimat matematika yang harus dikerjakan itu ternyata mengandung dua atau lebih bentuk pecahan yang berbeda. Bahkan mungkin bisa mengandung bilangan bulat.

Untuk mengawali proses ini, sebelumnya guruKATRO paparkan dulu bahwa akan lebih mudah mengerjakan apabila satu kalimat matematika itu semuanya merupakan bentuk bilangan yang sama, sbb :

=======================================
- Operasi hitung bilangan bulat dengan bilangan bulat
5 + 4 - 3  = 6

3 × 4 ÷ 6 = 2


- Operasi hitung pecahan biasa dengan pecahan biasa
1/4 + 3/4 = 4/4 = 1

1/2 + 3/4 = 2/4 + 3/4 = 5/4 = 1 ¼


- Operasi hitung pecahan desimal dengan pecahan desimal
1,2 + 3,4 = 4,6

2,3 x 4,5 = 10,35

- Operasi hitung persen dengan persen
3% + 5% = 8%

=======================================

contoh diatas itu tergolong sangat mudah karena komponen atau elemen bilangan dalam satu kalimat matematika dalam bentuk yang sama.


Namun yang akan dibahas pada posting ini adalah mengerjakan soal dalam satu kalimat matematika yang terdiri atas lebih dari satu bentuk pecahan.

Contoh soal :

2/3 + 4,5 + 10% = ...........

contoh soal ini mengandung empat bentuk bilangan, yaitu :

2/3 adalah bentuk bilangan pecahan biasa,
4,5 adalah bentuk pecahan desimal, dan
10% adalah bentuk pecahan persen

bentuk soal seperti itu tidak bisa langsung dikerjakan, tetapi harus disamakan dulu bentuk pecahannya. Dan utnuk menentukan bentuk pecahan apa yang akan digunakan, itu tergantun dari permintaan jawaban dari soal tersebut, misalnya :

=============================
  • Bila permintaan jawaban dalam bentuk pecahan biasa,

maka semua harus diubah kedalam bentuk pecahan biasa, seperti ini :

2/3 + 4,5 + 10% = ...........

2/3 tetap 2/3 karena sudah merupakan bentuk pecahan biasa

4,5 menjadi 45/10 dan disederhanakan menjadi 9/2

10% menjadi 10/100 dan disederhanakan menjadi 1/10


sehingga
2/3 + 4,5 + 10% = ...........
menjadi
2/3 + 9/2 + 1/10 = ...........

bila sudah demikian, penghitungan sudah bisa dilakukan, namun karena pada contoh soal ini membentuk penjumlahan pecahan biasa dengan penyebut tidak sama, maka penyebut harus disamakan terlebih dahulu (bila secara kebetulan penyebut sudah sama bisa langsung dikerjakan)

KPK dari 3 - 2 dan 10 adalah 30

= 2/3 + 9/2 + 1/10
= 20/30 + 135/30 + 3/30
= 158/30

sebenarnya 158/30 sudah selesai, itu seandainya pembilang lebih kecil dari penyebut, dan tentunya juga bila sudah merupakan pecahan paling sederhana.

tapi karena secara kebetulan (lagi) hasilnya merupakan pecahan biasa dengan pembilang lebih besar dari penyebut, maka masih harus diubah menjadi pecahan campuran (pecahan campuran tergolong pecahan biasa)

= 158/30 dijadikan pecahan campuran menjadi 3  8/30

jadi bila contoh soal diatas diminta dijawab dengan pecahan biasa :
2/3 + 4,5 + 10% = 3  8/30

=============================

  • Bila permintaan jawabannya dalam bentuk pecahan desimal,

maka semua harus diubah menjadi pecahan desimal

2/3 + 4,5 + 10% = ...........

2/3 diubah dalam bentuk desimal menjadi 0,67
4,5 tetap 4,5 karena sudah dalam bentu desimal
10% diubah dalam bentuk desimal menjadi 0,1

sehingga
2/3 + 4,5 + 10% = ...........
menjadi
0,67 + 4,5 + 0,1 = ............


hitung !!!!!!!
0,67 + 4,5 + 0,1 = 5,27


jadi bila contoh soal diatas diminta dijawab dengan pecahan desimal :
2/3 + 4,5 + 10% = 5,27

=============================

  • Bila permintaan jawabannya dalam bentuk persen,

maka semua harus diubah menjadi persen

2/3 + 4,5 + 10% = ...........

2/3 diubah dalam bentuk pesen menjadi 67%
4,5  diubah dalam bentuk pesen menjadi 450%
10% tetap 10% karena sudah dalam bentu persen

sehingga
2/3 + 4,5 + 10% = ...........
menjadi
67% + 450% + 10% = .......

hitung !!!!
67% + 450% + 10% = 527%


jadi bila contoh soal diatas diminta dijawab dengan pecahan persen :
2/3 + 4,5 + 10% = 527%

=============================


Debit Dengan Satuan Volume Berbeda

Debit Dengan Satuan Volume Berbeda

Untuk melanjutkan materi tentang teknik penghitungan debit, dan juga dengan tujuan agar lebih mudah dimengerti, pada kesempatan kali ini guruKATRO tambahkan cara pengerjaan soal tentang debit dengan spesifikasi satuan volume berbeda namun satuan waktu tetap sama



Misalnya dalam satu soal cerita dibawah ini :


Dalam 1 jam, sebuah kran bisa mengalirkan air sebanyak 20 m3,

Soal yang mungkin timbul dari pernyataan diatas, antara lain :




===============
1 - Debit kran tersebut = ..... mm3 / jam ?

jawab :
dari m3 ke mm3 turun tiga tangga, berarti dikali 1.000.000.000

20 x 1.000.000.000 = 20.000.000.000

Jawaban akhir =  20.000.000.000 mm/ jam



===============
1 - Debit kran tersebut = ..... cm3 / jam ?

jawab :
dari m3 ke cm3 turun dua tangga, berarti dikali 1.000.000
20 x 1.000.000 = 20.000.000
sehingga jawabannya adalah 20.000.000 cm3

Jawaban akhir =  20.000.000 cm/ jam




===============
2 - Debit kran tersebut = ..... dm3 / jam ?

jawab :
dari m3 ke dm3 turun satu tangga, berarti dikali 1.000

20 x 1.000.000 = 20.000

Jawaban  =  20.000 dm/ jam



===============
4 - Debit kran tersebut = ..... dam/ jam?

jawab :
dari m3 ke dam3 naik satu tangga, berarti dibagi 1.000
20 : 1.000 = 0,02

Jawaban  =  0,02 dam/ jam


===============
5 - Debit kran tersebut = ..... hm/ jam?

jawab :
dari m3 ke hm3 naik dua tangga, berarti dibagi 1.000.000
20 : 1.000.000 = 0,00002

Jawaban  =  0,00002 hm/ jam


===============
6 - Debit kran tersebut = ..... km/ jam?

jawab :
dari m3 ke km3 naik tiga tangga, berarti dibagi 1.000.000.000
20 : 1.000.000.000 = 0,00000002

Jawaban  =  0,00000002 km/ jam




===============
7 - Debit kran tersebut = ..... liter / jam ?

jawab :

liter = dm3

jawab :
dari m3 ke dm3 turun satu tangga, berarti dikali 1.000
dari m3 ke liter turun satu tangga, berarti dikali 1.000

20 x 1.000.000 = 20.000

Jawaban  =  20.000 liter / jam




JAWABAN UNTUK MSA's blog pada posting "PEMBAGIAN SUSUN DENGAN HASIL DESIMAL"

JAWABAN UNTUK MSA's blog pada posting "PEMBAGIAN SUSUN DENGAN HASIL DESIMAL"
Karena posting pembagian susun dengan hasil desimal sudah terlalu panjang, maka disini sengaja dibuatkan halaman khusus untuk penjelasan atas pertanyaan yang memebutuhkan jawaban cukup panjang dan membutuhkan image demi mempermudah penjelasannya.

Sudah Diverifikasi BPKP, Kemenag Harap Kemenkeu Segera Alokasikan Anggaran TPG Terhutang

Sudah Diverifikasi BPKP, Kemenag Harap Kemenkeu Segera Alokasikan Anggaran TPG Terhutang
Heh!!!! diam diam guruKATRO ples beberapa rekan alias DKK, lagi hebat loh!, lagi ngutangin sama negara, heheheheh. Lho kok bisa?!

ya bisa lah !!! .... itu tuh ada beberapa bulan Tunjangan Sertifikasi yang belum dibayar oleh negara kepada yang berhak menerimanya ???? berarti kan negara punya hutang sama kita kita juga dooonk !!!

14 Triliun Untuk Tunjangan Profesi Guru 2017

14 Triliun Untuk Tunjangan Profesi Guru 2017
Berikut guruKATRO share lansiran dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dipublikasikan pada : Hari Rabu, Tanggal 8 Februari Tahun 2017, Pukul 15:32, sebagai berikut :

Arsip

copyright©2017 guruKATRO
original template "simple" Powered by Blogger
reDesigned by ediTEMP